Pages

Navigation Menu

Pehcun


Peh Cun adalah dialek Hokkian untuk kata pachuan (Hanzi: ??, bahasa Indonesia: mendayung perahu). Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.
Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan bakcang (Hanzi: ??, hanyu pinyin: ròuzòng) dan perlombaan dayung perahu naga. (Sumber: http://id.wikipedia.org/)


Perayaan Peh Cun ini pada awalnya adalah untuk mengenang Qu Yuan (Hanzi: ??) (339 SM - 277 SM). Dia adalah seorang menteri negara Chu (Hanzi: ?) di Zaman Negara-negara Berperang. Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya, banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu, bersatu dengan negara Qi (?) untuk memerangi negara Qin (?). Namun sayang, ia dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya yang berakhir pada pengusirannya dari ibu kota negara Chu. Ia yang sedih karena kecemasannya akan masa depan negara Chu kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Miluo. Ini tercatat dalam buku sejarah Shi Ji.


Lalu menurut legenda, ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang kemudian merasa sedih kemudian mencari-cari jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri. Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai bakcang sekarang. Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.

Di Kota Pekalongan, perayaan Peh Cun menjadi salah satu agenda tahunan atraksi budaya. Tahun 2015 ini perayaan digelar selama 3 hari. Dua hari pertama adalah perhelatan pasar malam yang berpusat di Kelenteng Po An Thian di Jalan Belimbing Pekalongan Timur yang dikenal sebagai Pecinan nya Kota Pekalongan. Di pasar malam ini banyak lapak yang menjual kuliner khas Pekalongan dan khas Tiongkok, khususnya Bakcang yang adalah ikon kuliner khas Festival Peh Cun. 


Yang istimewa dalam pentas seni adalah hadirnya kembali wayang Potehi setelah 30 tahun tidak diadakan di pekalongan. Wayang potehi adalah wayang boneka yg telah ada sejak dinasti Jin (264 m). Dan masuk Indonesia sekitar abad 16-19. Wayang ini menampilkan kisah legenda kepahlawanan dan kepercayaan Tionghoa.
Hari terakhir adalah kegiatan melarung sesembahan. Larungan ini diadakan di Pantai Pasir Kencana diana berbagai kegiatan diadakan seperti penampilan Barongsai, Liong, Lomba mendirikan telur, Kebaktian, hingga puncaknya adalah melarung sesembahan. Berbagai sesembahan ditaruh di kapal naga yang kemudian diarak ke pinggir pantai untuk kemudian dibakar. 
Festival Peh Cun 2015 bersamaan dengan bulan puasa Ramadhan. Acara melarung tidak seramai tahun lalu dikarenakan para pendukung kegiatan banyak juga yang muslim, khususnya di kesenian barongsai san liong. Namun semangat dan energy kecintaan akan tradisi semakin nampak terlihat. 

Silahkan menikmati warna warni dokumentasi perayaan Pehcun di Pekalongan...
(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Peh_Cun)

1 komentar:

  1. How to download the free app for Android and iOS for
    The mobile application for the Android and iOS version 청주 출장샵 is 아산 출장안마 called Casino Slots and 의정부 출장샵 Casino Roulette. The 대구광역 출장안마 game is available for 상주 출장샵 free with no download and no registration required

    BalasHapus